Sebagai seorang konselor pernikahan, satu kesimpulan yang bisa saya tarik selama ini yaitu : Semua orang berharap pasangannya akan berubah.
“Kita bisa memiliki pernikahan yang baik jika dia mau membantuku lebih banyak di sekitar rumah.” Atau, “Pernikahan kami akan sangat bagus jika dia bersedia berhubungan seks lebih dari sekali dalam sebulan”
Suami ingin istri berubah, dan istri ingin suami berubah. Hasilnya? Keduanya akhirnya kecewa, kesal, marah dan kepahitan.
Kita seringkali melihat kesalahan pasangan kita dengan sangat jelas sehingga kita berupaya keras untuk memperbaiknya. Namun pada kenyataannya, kesalahan kita sendiri yang telah membutakan kita. Seperti kata pepatah semut di Seberang lautan nampak tapi gajah di pelupuk mata tidak tampak.
Jika kita sendiri belum mampu mengatasi kegagalan dan kekurangan kita sendiri, kita tidak berhak untuk mengkritik pasangan kita.
Karena itu Ada cara yang lebih baik yaitu : Mulailah dengan diri sendiri. Akui bahwa Anda tidak sempurna. Akui beberapa kegagalan Anda yang pernah Anda lakukan kepada pasangan Anda dan akui bahwa Anda ingin berubah. Mintalah satu saran setiap minggu mengenai bagaimana Anda dapat menjadi suami atau istri yang lebih baik.
Berdasarkan kemampuan Anda yang terbaik, buatlah perubahan dalam diri Anda. Hasilnya adalah kemungkinan besar pasangan Anda akan mulai untuk melakukan perubahan di dalam dirinya juga.
Solusi Mr Bi


Leave a comment